Copywriter, Content Writer, dan UX Writer, Mirip Tapi Tak Sama. Yuk, Kenali Perbedaannya!

1 min read

Persaingan industri saat ini menuntut perusahaan untuk kreatif dalam membuat konten yang menarik dan mampu menjawab kebutuhan audiensnya. Tahu kah Anda, dibalik konten yang menarik, artikel yang informatif dan aplikasi yang mudah digunakan, terdapat peran penting dari Copywriter, Content Writer dan juga UX Writer.

Copywriter, Content Writer dan UX Writer mungkin sudah tidak asing terdengar di telinga Anda, ketiganya adalah pekerjaan yang seringkali dianggap sama padahal berbeda. Copywriter, Content Writer dan UX Writer memang sama-sama pekerjaan menulis, namun memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan ketiganya? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!

  • Copywriter

Copywriter adalah seseorang yang bertugas untuk menulis pesan yang bersifat komersil dan persuasif yang mampu mendorong pembaca utuk melakukan tindakan yang spesifik seperti melakukan pembelian, memberikan donasi, atau membuka tautan. Tujuan copywriting bermacam-macam, disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai seperti, membangun brand awareness, meningkatkan penjualan, dan meningkatkan engagement.

Medium atau penempatan copywriting biasanya adalah billboard, koran, landing page, social media ads, Google ads, iklan TV dan radio. Membuat teks yang singkat dan juga memikat adalah tantangan bagi seorang Copywriter. Selain harus terus berlatih, Anda juga dapat mengikuti kelas copywriting yang di dalamnya akan dibahas rahasia membuat menulis iklan yang unik dan menarik perhatian.

(Sumber: freepik.com)

  • Content Writer

Seorang Content Writer membuat tulisan berupa artikel dengan topik atau tema tertentu. Dilansir dari altitudemarketing.com, tujuan utama dari content writing adalah tulisan yang informatif dan bermanfaat. Seorang Content Writer harus mampu membuat artikel yang lengkap dan tetap menarik untuk dibaca sampai selesai. Penempatan hasil tulisan Content Writer adalah blog, website, product knowledge, FAQ dan sosial media dalam bentuk caption.

Seorang Content Writer dituntut untuk bisa melakukan riset agar dapat menulis informasi secara lengkap. Selain itu juga, seorang content writer biasanya harus menguasai Search Engine Optimization (SEO) agar artikel yang ditulis mudah ditemukan oleh pembaca di search engine. Untuk meningkatkan skill menulis yang Anda miliki, selain dengan berlatih, Anda juga dapat mengikuti kelas dengan praktisi Content Writer yang dapat Anda ikuti untuk menambah skill dan insight Anda.

(Sumber: giphy.com)

Baca juga: Memilih Pekerjaan di Bidang yang Baru, Mungkin Nggak sih?

  • UX Writer

UX Writer adalah seseorang yang menuliskan teks yang dilihat pengguna pada produk digital seperti aplikasi, website dan produk digital lainnya. Kata yang dituliskan harus jelas, singkat dan membantu. Menurut uxdesign.cc, tujuan utama dari UX writing adalah untuk membantu, memandu dan menambah experience pengguna. Meskipun teks yang dutliskan singkat, menjadi seorang UX Writer tidak lah mudah.

UX Writer harus memiliki kemampuan riset yang baik, memiliki pola pikir desainer, dan mengetahui produknya dengan baik. UX Writer tidak bekerja sendiri, ia harus bekerjasama dengan tim UX Design, Product Management, Marketing dan lainnya untuk memastikan bahwa teks yang dibuat telah sesuai. Medium UX writing biasanya muncul pada push notification, in app banner, dan information box.

(Sumber: freepik.com)

Itulah perbedaan dari Copywriter, Content Writer dan juga UX Writer. Apakah Anda tertarik untuk menjadi salah satunya? Anda dapat mengikuti kelas dari Skill Academy untuk menambah skill copywriting, content writing atau UX writing Anda. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai Skill Academy, klik CTA di bawah ini ya. Selamat belajar!Skill Academy Prakerja