Jobseeker Harus Tahu! Tips Terhindar dari Penipuan Lowongan Kerja Palsu

1 min read

Mendapatkan pekerjaan di masa pandemi dengan jumlah pengangguran mencapai 10,6 juta memang tidak mudah, terlebih Indonesia sedang mengalami resesi yang menyebabkan kurangnya lapangan pekerjaan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk melakukan kejahatan berupa penipuan dengan modus lowongan kerja palsu atau fiktif.

Lowongan kerja palsu biasanya akan meminta Anda untuk memberikan sejumlah uang dengan alasan untuk keperluan administrasi, transportasi, dan lainnya. Untuk itu Anda perlu berhati-hati. Lalu bagaimana cara menghindari lowongan kerja fiktif? Simak tips di bawah ini!

1. Cari tahu sumber lowongan pekerjaan

Ketika hendak melamar pekerjaan, ada baiknya Anda mencari lowongan pekerjaan dari sumber-sumber terpercaya seperti website resmi perusahaan atau website Dinas Ketenagakerjaan. Saat ini mencari lowongan pekerjaan juga dapat dilakukan melalui job portal. Selain itu, Anda juga perlu memeriksa kembali informasi yang dicantumkan di lowongan tersebut seperti kontak yang dapat dihubungi dan alamat perusahaan.

(Sumber: giphy.com)

2. Perhatikan alamat email yang digunakan

Pada iklan lowongan pekerjaan, biasanya dicantumkan alamat email untuk mengirimkan berkas yang diminta oleh perusahaan. Perhatikan domain email yang digunakan, biasanya lowongan kerja fiktif menggunakan domain gratis yang banyak digunakan seperti @gmail, @yahoo, atau @outlook, bukan menggunakan domain perusahaan.

Meskipun masih ada beberapa perusahaan yang belum menggunakan domain perusahaan, untuk mengetahui kebenarannya Anda dapat bertanya melalui telepon atau sosial media perusahaan tersebut.

(Sumber: freepik.com)

Baca juga: Tips Mengirim Lamaran Kerja via Email, Banyak yang Salah Kaprah!

3. Hindari perusahaan yang memungut biaya rekrutmen

Anda perlu berhati-hati apabila saat mengikuti proses rekrutmen Anda diminta untuk membayar biaya tertentu seperti biaya pendaftaran, biaya administrasi, biaya pelatihan, dan lainnya. Perusahaan profesional biasanya tidak memungut biaya apapun selama proses rekrutmen.

Lowongan kerja fiktif biasanya mengundang Anda untuk melakukan interview di luar kota. Dalam undangan tersebut Anda diharuskan membayar biaya transportasi dan penginapan ke nomor rekening yang terlampir dalam surat undangan. Apabila Anda mendapat surat undangan interview seperti ini, itu merupakan penipuan.

(Sumber: giphy.com)

4. Perhatikan bahasa dalam iklan

Ketika menemukan lowongan pekerjaan, Anda perlu membaca dengan seksama, perhatikan penulisan iklan tersebut. Apabila Anda menemukan lowongan pekerjaan dengan banyak typo pada penulisannya, dan penggunaan huruf kapital yang tidak benar, maka lowongan pekerjaan tersebut patut Anda curigai.

Pembuat lowongan kerja fiktif juga biasanya mengunggah lowongan kerja menggunakan bahasa asing dengan penulisan dan grammar yang salah. Untuk itu, Anda perlu membaca lowongan pekerjaan dengan teliti.

(Sumber: pexels.com)

5. Cek kesesuaian nomor dan alamat perusahaan

Apabila iklan lowongan pekerjaan mencantumkan nomor telepon dan alamat yang berbeda dengan yang aslinya, maka iklan lowongan pekerjaan tersebut perlu Anda curigai. Untuk mengetahui nomor tersebut benar atau tidak, Anda dapat mengecek nomor telepon yang tercantum dengan menggunakan aplikasi. Aplikasi tersebut membantu Anda untuk melihat tagar yang diberikan pengguna lain yang pernah dihubungi nomor tersebut.

(Sumber: freepik.com)

Meskipun sulit untuk mendapatkan pekerjaan, namun Anda tetap perlu berhati-hati dan tidak sembarangan melamar pekerjaan. Selain itu, ditengah persaingan yang ketat, Anda juga perlu untuk meningkatkan value Anda agar dilirik oleh recruiter dengan meningkatkan skill yang Anda miliki. Skill Academy hadir membantu Anda dengan mengadakan kelas pelatihan online yang mudah untuk Anda akses dimanapun dan kapanpun.

Untuk mengetahui lebih lengkap seputar Skill Academy dan kelas pelatihan yang ada, silakan klik CTA di bawah ini! Selamat belajar!

CTA skill academy