Kekurangan Bisnis Kuliner yang Perlu Anda Ketahui!

2 min read

UMKM di Indonesia semakin menunjukkan pertumbuhan yang baik terutama di bidang makanan dan minuman. Dilansir dari wartaekonomi.co.id, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan bahwa sektor bisnis makanan dan minuman mengalami pertumbuhan sebesar 30% pada akhir tahun 2020.

Bisnis kuliner sangat diminati karena masyarakat Indonesia memiliki sifat yang konsumtif, termasuk untuk makanan dan minuman. Apakah Anda akan memulai bisnis kuliner tahun ini? Simak beberapa kelebihan dan kekurangan bisnis kuliner di bawah ini untuk menambah insight Anda!

Kelebihan:

1. Banyak peminat

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang tentunya selalu dicari dan dibutuhkan. Tidak semua orang memiliki kemampuan masak yang baik, bosan dengan masakan rumahan, atau tidak memiliki waktu untuk memasak membuat orang memilih untuk membeli makanan. Karena beberapa alasan inilah bisnis kuliner memiliki peluang yang menjanjikan. Bisnis kuliner selalu memiliki peminat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, tergantung dengan produk yang Anda jual.

(Sumber: giphy.com)

2. Pilihan produk beragam

Ragam pilihan produk yang dapat Anda jual tentunya sangat banyak, Anda dapat menjual makanan ringan, makanan berat, minuman, masakan rumahan, dan masakan daerah atau negara tertentu. Anda bisa menyesuaikan produk yang ingin Anda jual dengan kemampuan memasak yang Anda miliki. Jika ingin membuka toko fisik, pastikan Anda tidak bersebelahan dengan bisnis kuliner yang menjual produk serupa.

(Sumber: freepik.com)

Baca juga: Tips Foto Produk untuk Jualan Online dengan Menggunakan HP

3. Mudah membuat inovasi

Masyarakat Indonesia sangat gemar mengikuti tren yang ada baik tren fashion maupun makanan. Anda dapat membuat inovasi baru dengan membuat varian rasa dan produk baru, atau mengikuti tren makanan yang sedang viral kemudian melakukan sedikit perubahan pada produk Anda agar memiliki keunikan dan perbedaan.

(Sumber: pexels.com)

Kekurangan:

1. Banyak saingan

Karena memiliki peminat yang banyak, bisnis ini tentunya memiliki banyak saingan. Anda akan menemukan banyak pebisnis yang menjual produk yang sama atau mirip dengan yang Anda jual. Untuk menjaga agar bisnis Anda tetap ramai, Anda harus dapat mempertahankan kualitas rasa dan keunikan produk yang Anda jual. Berikan diskon atau promosi lainnya agar bisnis Anda ramai pelanggan. Anda juga dapat membangun hubungan lebih dalam dengan konsumen dengan cara memberikan pelayanan yang baik.

(Sumber: pexels.com)

2. Produk tidak tahan lama

Berbeda dengan produk fashion yang tahan lama dan tidak mudah rusak, produk kuliner terutama makanan basah, tentu akan mudah basi atau tidak segar. Apabila demikian, tentu Anda tidak dapat menjualnya kepada pelanggan. Untuk itu, Anda perlu menetapkan dan menjaga target pasar Anda dengan baik. Anda juga perlu menyesuaikan jumlah porsi makanan yang akan Anda jual dengan situasi dan kondisi. Misalnya saat weekend, biasanya akan banyak orang yang jalan-jalan, maka Anda dapat meningkatkan jumlah porsi yang dijual pada hari itu.

(Sumber: freepik.com)

3. Sulit menjaga kesetiaan pelanggan

Banyak orang yang ingin makan makanan yang berbeda setiap harinya, dan tidak semua rasa makanan akan cocok di lidah orang, sebab inilah sulit menjaga kesetiaan pelanggan. Oleh karena itu, Anda harus menjaga konsistensi rasa yang enak agar pelanggan melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan produk Anda kepada orang terdekatnya sehingga akan ada pembeli baru setiap harinya.

(Sumber: giphy.com)

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan bisnis kuliner yang perlu Anda ketahui. Setiap menjalankan bisnis, pasti ada risiko yang harus diantisipasi dan dihadapi, dan setiap bisnis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, Anda dapat meminimalisir risiko yang mungkin Anda hadapi dengan mengikuti beragam kelas bisnis dan pemasaran dari Skill Academy.

Untuk informasi lebih lengkap seputar Skill Academy dan kelas pelatihan yang ada, Anda dapat mengunjungi skillacademy.com.