Tips Mengirim Lamaran Kerja via Email, Banyak yang Salah Kaprah!

2 min read

Saat ini, sudah banyak perusahaan yang melakukan rekrutmen secara online, mulai dari proses melamar kerja sampai tahap offering. Terutama di masa pandemi, aktivitas yang melibatkan banyak orang mulai dibatasi.

Selain melalui job portal, recruiter juga menerima lamaran melalui email. Tak hanya menghemat biaya, mengirim lamaran pekerjaan melalui email juga lebih efektif dan cepat. Namun masih banyak jobseeker yang melakukan kesalahan saat mengirim lamaran kerja melalui email.

Lalu bagaimana cara mengirim lamaran kerja via email yang benar? Simak tipsnya di bawah ini ya!

  • Sertakan subject email

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh jobseeker adalah mengirim email tanpa subject. Perusahaan menerima puluhan bahkan ratusan email setiap harinya. Untuk memudahkan pekerjaan, biasanya recruiter akan mem-filter email masuk berdasarkan subject. Oleh karena itu jika dalam unggahan lowongan pekerjaan tertera subject yang harus dituliskan, tuliskan sesuai dengan yang diinstruksikan, namu jika tidak ada Anda dapat mengisi subject tersebut dengan posisi yang ingin Anda lamar.

(Sumber: unsplash.com)

  • Sertakan body email

Ketika ingin melamar pekerjaan melalui email ada baiknya Anda menuliskan body email. Body email yang dimaksud adalah pengantar yang berisi perkenalan singkat dan menjelaskan bahwa Anda bermaksud melamar pekerjaan di perusahaan yang Anda tuju.

Menuliskan body email dapat memberikan kesan yang baik kepada HR untuk melihat CV yang Anda lampirkan. Menulis body email tidak dapat dilakukan secara asal-asalan, Anda perlu berlatih dan membiasakan diri untuk menulis body email agar menarik perhatian recruiter untuk membacanya hingga selesai.

(Sumber: pexels.com)

  • Lampirkan dokumen sesuai dengan yang diminta

Pada unggahan lowongan pekerjaan, ada perusahaan yang meminta Anda melampirkan CV dan ada juga yang meminta Anda melampirkan resume. Sebelum melamar pekerjaan, pastikan Anda mengetahui apa perbedaan CV dan resume. Selain itu, Anda tidak perlu melampirkan dokumen lainnya seperti KTP, KK dan yang lainnya apabila tidak diminta. Mengingat banyaknya modus penipuan berdalih lowongan pekerjaan, Anda harus selektif dan memastikan lowongan yang Anda lihat adalah valid.

Karena CV adalah dokumen yang wajib Anda kirimkan, maka Anda harus membuat CV Anda sebaik mungkin agar Anda lolos tahap screening. Anda dapat mempelajari langkah-langkah membuat CV yang baik dengan Iman Usman, Co-Founder dan CPO Ruangguru.

  • Mengirim email lamaran pada hari kerja

Recruiter menerima puluhan bahkan ratusan email setiap harinya, ada baiknya Anda mengirimkan lamaran pada hari dan jam kerja. Jika Anda mengirimkan pada akhir pekan, maka email yang Anda kirimkan akan tertumpuk dengan email yang masuk di hari kerja. Jika hal ini terjadi, maka kemungkinan email Anda tidak terbaca oleh recruiter.

(Sumber: freepik.com)

  • Sertakan portofolio yang sesuai

Beberapa lowongan pekerjaan seperti desain biasanya meminta Anda menyertakan link portofolio yang Anda miliki. Pastikan Anda merapihkan folder portofolio Anda, menyesuaikan portofolio dengan jenis pekerjaan yang ingin Anda lamar dan membuka akses link portofolio Anda agar dapat diakses oleh recruiter. Jika Anda tidak membuka aksesnya, recruiter akan kesulitan melihat portofolio Anda, dan menghilangkan peluang Anda untuk lolos ke tahap selanjutnya.

(Sumber: giphy.com)

Baca juga: Pentingnya Memiliki Portofolio agar Diterima Melamar Kerja

  • Satukan dokumen lamaran dan perhatikan ukuran file

Beberapa perusahaan mungkin meminta Anda untuk melampirkan beberapa dokumen seperti surat lamaran, ijazah, dan sertifikat keahlian. Agar seluruh dokumen yang Anda kirimkan dilihat oleh recruiter, Anda dapat menyatukan semua nya menjadi satu dalam format pdf. Selain itu pastikan bahwa ukuran file yang Anda kirimkan tidak terlalu besar agar recruiter tidak kesulitan untuk mengunduh dokumen lamaran Anda.

(Sumber: pexels.com)

  • Jangan mengirim email ke banyak perusahaan sekaligus

Mungkin Anda menemukan beberapa lowongan pekerjaan yang membuka posisi yang sama. Jika demikian, Anda harus mengirimkan dokumen lamaran ke masing-masing email perusahaan dengan body email yang telah disesuaikan. Jika Anda mengirimkan email ke beberapa perusahaan sekaligus maka recruiter akan mengetahui kemana saja Anda melamar pekerjaan. Biasakan untuk mengirim lamaran satu per satu ke masing-masing perusahaan.

(Sumber: flickr.com)

Itulah tips mengirim lamaran kerja melalui email, semoga dapat membantu Anda. Anda dapat mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan dengan mengikuti kelas dari Skill Academy mulai dari bagaimana membuat CV, surat lamaran, hingga tips wawancara. Semakin Anda mempersiapkan diri Anda, maka Anda memperbesar peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan. Selamat belajar!

Untuk mengetahui lebih lengkap seputar Skill Academy dan juga kelas pelatihan yang tersedia, klik CTA di bawah ini ya!CTA skill academy